Untitled Document



oleh dr Adhitya Ardhianto SpOG.,M.Kes

Definisi

Anti Phospolipid Sindrom/ sindrom Hughes merupakan kumpulan gejala yang timbul karena adanya antibodianti phospolipid. Keluhan umum penderita APS umumnya adalah mudah lelah dan nyeri persendian, namun ada juga penderita yang tidak mengalami gejala tersebut.

Antibodi adalah salah satu pendukung sistem kekebalan tubuh, yang dalam keadaan normal bermanfaat untuk melawan serangan bakteri atau virus penyebab infeksi. Pada APS, dihasilkan antibodi yang akan menyerang tubuh sendiri. Kadar antibodi anti phospolipid dapat fluktuatif, bahkan suatu saat dapat menghilang, sehingga diperlukan secara berkala.

Pada sindrom ini, tubuh membentuk antibodi anti phospolipid yang beredar dalam sirkulasi darah. Lupus anticoagulant (LA) dan anticardiolipin antibodies (ACA) adalah dua jenis antibodi anti phospolipid yang dapat meyebabkan penyakit penyumbatan pada pembuluh darah dan juga dapat menyebabkan gangguan pada proses kehamilan. Dalam kehamilan, APS dapat menyebabkan terjadinya keguguran, pertumbuhan janin yang terhambat sampai dengan kematian janin dan preeklampsia. Pada proses kehamilan, gangguan yang timbul dihubungkan dengan plasenta yang tidak berfungsi dan adanya trombosis pada sirkulasi darah antara rahim dan plasenta. Pada penelitian didapatkan adanya trombosis pada 82% plasenta dari penderita sindrom ini yang janinnya meninggal.  

Terapi

Pengobatan pada penderita APS dimaksudkan untuk menekan sistem kekebalan tubuh, mencegah trombosis, dan meningkatkan aliran darah pada plasenta.

Terapi selama kehamilan

Pengobatan yang diberikan dengan antipembekuan darah sebaiknya dimulai setelah dipastikan adanya kehamilan. Jenis heparin dengan berat molekul rendah telah digunakan dengan aman pada kehamilan. Beberapa ahli menyarankan untuk mengganti terapi dengan heparin jenis unfactrionated pada usia kehamilan 36 minggu. Penting dilakukan ANC secara teratur untuk mengetahui secara dini adanya pertumbuhan janin yang terhambat.

Terapi setelah melahirkan

Diperlukan konseling mengenai hal-hal yang berkaitan dengan APS diluar kehamilan, karena pada beberapa penderita dapat timbul kelainan baru seperti trombosis atau SLE. Penderita yang mempunyai riwayat APS dan trombosis sebaiknya menjalani evaluasi dan mendapatkan terapi trombofilaksis seumur hidup.

 

 

 Menopause

Dr. Adhitya Ardhianto SpOG,.M.Kes

Definisi

Dilihat dari segi medis, yang di maksud dengan menopause adalah jika seorang wanita tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut – turut. Selain karena faktor usia, menopause juga dapat disebabkan oleh faktor tertentu,misalnya karena tindakan operatif seperti operasi pengangkatan kedua ovarium. Rata – rata wanita mengalami menopause pada usia 50 tahun, walaupun ada juga yang sudah mengalami menopause pada usia 40 tahun. Biasanya ada faktor yang dapat memicu timbulnya menopause lebih dini, seperti kebiasaan merokok. Menopause terjadi secara bertahap. Karena fungsi ovarium tidak berhenti dengan begitu saja. Fase perubahan ke menopause dikenal sebagai fase perimenopause. Saat fase ini, siklus menstruasi sudah tidak teratur, tetapi ovarium masih berfungsi.

Gajala

Saat memasuki fase menopause, biasanya terjadi beberapa gejala. Antara lain hot flushes, yaitu sensasi panas yang biasa dirasakan pada area wajah dan leher. Gejolak panas ini dapat diikuti oleh keluarnya keringat. Keluhan yang muncul pada malam hari dapat menimbulkan insomnia. Penurunan estrogen juga menyebabkanvagina menjadi kering, sehingga timbul keluhan nyeri saat sanggama. Selain itu,berkurangnya hormon estrogen juga menyebabkan terjadinya osteoporosis (pengeroposan tulang). Osteoporosis biasanya menimbulkan keluhan nyeri pada sekitar tulang.

Terapi

Terapi yang diberikan saat timbul keluhan dapat berupa Terapi Sulih Hormon (TSH). Terapi ini biasanya diberikan sebagai pengganti estrogen yang sudah menurun secara signifikan saat fase menopause. Tehnik pemberian TSH dapat berupa tablet, krim oles ataupun suntik. Efek samping yang timbul pasca penggunaan TSH dapat berupa spotting, penambahan berat badan dan sakit kepala. Terapi ini juga meningkatkan risiko angka kejadian kanker payudara, stroke dan penyumbatan pembuluh darah. Sehingga pada penderita penyakit seperti tersebut diatas adalah kontra indikasi penggunaan TSH. Selama  penggunaan TSH, perlu dilakukan Pap’s smear berkala serta mammografi. Perlu diingat bahwa tujuan pemberian TSH adalah untuk peningkatan kualitas hidup wanita yang berada pada fase menopause.

Selain terapi diatas, perlu juga adanya penyesuaian gaya hidup, seperti olahraga teratur, diit, cukup istirahat dan mengurangi stress.


08 Juni 2016, by eni

Our Service

Pelayanan dan Penunjang Medis

About Us

Website ini sebagai Sarana Promosi RSU Kumala Siwi Kudus dalam melakukan Pelayanan kepada Masyarakat. Percayakan kesehatan keluarga Anda pada Kami.

ADDRESS

  • Address: Jl. Jepara KM. 6 Ds Mijen Kaliwungu Kudus 59316
  • Email: rsuks.info@gmail.com
  • Website: www.rsukumalasiwi.com
  • Reg : (0291) 424-5551/5554
  • Amb/IGD : (0291) 424-5552
  • Fax: (0291) 424-5548

Jam Besuk

PAGI :
Jam 11.00 - 14.00 : R. Perawatan

MALAM :
Jam 17.00 - 19.00 : R. Perawatan