Untitled Document



PENDAHULUAN

Puasa diartikan sebagai ibadah menahan diri dari makan, minum dan segala hal yang membatalkannya, dimulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Selama puasa, umat muslim akan memiliki dua waktu makan, yakni saat berbuka puasa dan makan saat sahur sehingga lamanya waktu berpuasa adalah berkisar antara 11-18 jam setiap harinya.

Penderita diabetes yang berpuasa berisiko mengalami efek samping seperti hipoglikemia, hiperglikemia dengan atau tanpa ketoasidosis dan dehidrasi. Risiko ini akan meningkat pada periode berpuasa yang lama. Dokter hanya berperan memberi pandangan dan panduan mengenai dampak puasa terhadap kondisi medis pasien. Keputusan akhir apakah berpuasa atau tidak, dikembalikan kepada pasien itu sendiri.

TATA LAKSANA PASIEN DIABETES YANG BERPUASA

Semua pasien diabetes yang hendak berpuasa, sebaiknya menjalani penilaian medis 12 bulan sebelumnya. Penilaian tersebut meliputi: 1) kondisi fisik; 2) parameter metabolik; 3) penyesuaian terhadap perubahan pola asupan selama Ramadhan; 4) penyesuaian regmen dan dosis obat; 5) penyesuaian aktivitas fisik; 6) pengenalan tanda dehidrasi, hipoglikemia atau hiperglikemia.

Ada 5 hal penting yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan pasien diabetes yang menjalankan puasa, yakni: 1) Tata laksana bersifat individual; 2) Pemantauan teratur kadar glukosa darah; 3) Nutrisi tidak boleh berbeda dari kebutuhan nutrisi harian; 4) Olahraga tidak boleh berlebihan; 5) Membatalkan puasa jika terdapat gejala hipoglikemia (kadar glukosa darah < 60 mg/dL) atau bila dalam kondisi hiperglikemia.

Pasien hendaknya lebih sering memeriksa kadar glukosa darah, misalnya dalam 2 jam sesudah makan sahur. Puasa sebaiknya dibatalkan jika kadar glukosa darah < 70 mg/dL dalam 1-2 jam awal puasa, terutama bagi pasien yang menggunakan insulin, sulfonilurea pada saat sahur.

Beberapa petunjuk umum yang perlu diperhatikan bagi pasien diabetes yang berpuasa adalah:

1.      Perencanaan makan, jumlah asupan kalori sehari selama bulan puasa kira-kira sama       

dengan jumlah asupan sehari-hari yang dianjurkan sebelum puasa. Pengaturan selama bulan Ramadhan adalah dalam hal pembagian porsi, 40% dikonsumsi saat makan sahur, 50% saat berbuka dan 10% malam sebelum tidur (sesudah sholat tarawih).

2.  Makan sahur sebaiknya dilambatkan.

3. Lakukan aktivitas fisik sehari-hari dengan wajar seperti biasa. Dianjurkan beristirahat   

    setelah sholat dzuhur (siang hari).


01 Agustus 2016, by eni

Our Service

Pelayanan dan Penunjang Medis

About Us

Website ini sebagai Sarana Promosi RSU Kumala Siwi Kudus dalam melakukan Pelayanan kepada Masyarakat. Percayakan kesehatan keluarga Anda pada Kami.

ADDRESS

  • Address: Jl. Jepara KM. 6 Ds Mijen Kaliwungu Kudus 59316
  • Email: rsuks.info@gmail.com
  • Website: www.rsukumalasiwi.com
  • Reg : (0291) 424-5551/5554
  • Amb/IGD : (0291) 424-5552
  • Fax: (0291) 424-5548

Jam Besuk

PAGI :
Jam 11.00 - 14.00 : R. Perawatan

MALAM :
Jam 17.00 - 19.00 : R. Perawatan