Untitled Document



 Banyak mitos diluar sana menyebutkan cabut gigi bisa menyebabkan kebutaan mata  sehingga sering membuat orang menjadi takut mencabut giginya. Pencabutan gigi merupakan proses pengeluaran gigi dari tulang alveolar secara satu gigi utuh atau akar gigi dengan trauma minimal terhadap jaringan pendukung gigi sehingga bekas pencabutan dapat sembuh dengan sempurna dan tidak menimbulkan masalah prostetik paska operasi di masa yang akan datang .Tindakan cabut gigi merupakan upaya terakhir dokter gigi, untuk gigi yang tidak bisa dipertahankan lagi. Jika terjadi kerusakan gigi yang belum parah dan sekiranya masih bisa dipertahankan di dalam rongga mulut, biasanya dokter gigi akan mempertahankan dan tidak akan melakukan pencabutan pada gigi yang kerusakannya masih bisa diperbaiki. Pencabutan gigi yang dilakukan secara tidak benar dan tidak sesuai dengan prosedur standar memang bisa membahayakan. Namun, tidak sampai menyebabkan kebutaan dan sama sekali tidak berpengaruh terhadap mata, hanya yang dikhawatirkan adalah terjadinya infeksi yang dapat mengakibatkan terjadinya pembengkakan

Sebenarnya antara saraf mata dengan saraf gigi tidak ada hubungan secara langsung. Dari sudut pandanga anatomi, gigi dan mata memiliki saraf yang berbeda. Mata disyarafi oleh Nervus Optalmikus, sedangkan gigi geligi rahang atas disyarafi oleh saraf maxllaris dan gigi geligi rahang bawah disyarafi oleh saraf mandibularis. Saraf mata dan saraf gigi keluar dari otak dalam keadaan terpisah dan melewati jalur yang berbeda pula. Sehingga dapat dikatakan bahwa pencabutan gigi tidak terkait langsung dengan komplikasi yang melibatkan organ mata.

Yang mungkin berbahaya adalah  jika ada gigi yang mengalami infeksi dan seharusnya dilakukan pencabutan tetapi tidak dilakukan pencabutan , maka gigi yang infeksi tersebut dapat mengakibatkan sumber infeksi pada tubuh lain termasuk mata. Infeksi juga dapat timbul sebelum atau sesudah pencabutan infeksi menyebar melalui pembuluh darah sampai organ mata. Hal ini dikarenakan saat proses pencabutan banyak pembuluh darah dalam keadaan terbuka, memudahkan infeksi masuk ke peredaran darah. Apabila terjadi pembengkakan di mata, kemungkinan yang terjadi adalah infeksi dari mata itu sendiri atau dari jaringan di sekitarnya, termasuk hidung dan gigi. Karena penjalaran infeksi dapat melalui jaringan lunak dan pembuluh darah di sekitar wajah. Contoh pada pasien dengan infeksi pada gigi taring rahang atas, apabila tidak ditangani dengan baik infeksinya dapat menyebar hingga mengakibatkan bengkak pada mata. Untuk menghindari resiko infeksi, sebelum tindakan pencabutan gigi, dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada infeksi dan peradangan disekitar area tindakan. Bila terjadi infeksi dan peradangan, maka sebelumnya harus dirawat dengan pemberian obat terlebih dahulu. Sesudah pencabutan juga diberikan obat sebagai antisipasi munculnya infeksi, mengingat infeksi mudah sekali menyebar. Pemeriksaan gigi secara rutin merupakan cara untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan gigi yang lebih parah. Oleh karena itu, Apabila ingin melakukan pemeriksaan rutin atau konsultasi gigi bisa datang langsung ke RSU Kumala Siwi Mijen Kudus. (Jam praktek dokter Gigi : 09.00 - 14.00 WIB).


04 Agustus 2016, by admin

Our Service

Pelayanan dan Penunjang Medis

About Us

Website ini sebagai Sarana Promosi RSU Kumala Siwi Kudus dalam melakukan Pelayanan kepada Masyarakat. Percayakan kesehatan keluarga Anda pada Kami.

ADDRESS

  • Address: Jl. Jepara KM. 6 Ds Mijen Kaliwungu Kudus 59316
  • Email: rsuks.info@gmail.com
  • Website: www.rsukumalasiwi.com
  • Reg : (0291) 424-5551/5554
  • Amb/IGD : (0291) 424-5552
  • Fax: (0291) 424-5548

Jam Besuk

PAGI :
Jam 11.00 - 14.00 : R. Perawatan

MALAM :
Jam 17.00 - 19.00 : R. Perawatan