Service

Service

PELAYANAN CUCI DARAH

HEMODIALISIS (Cuci Darah)

Rumah Sakit Umum Kumala Siwi Mijen saat ini sudah memiliki alat penunjang unit baru yaitu Hemodialisis. Apa itu Hemodialisis ?

Pengertian Hemodialisis ?

Hemodialisis berasal dari kata “hemo” artinya darah, dan “dialisis” artinya pemisahan zat-zat terlarut. Hemodialisis berarti proses pembersihan darah dari zat-zat racun, melalui proses penyaringan diluar tubuh karena ginjal tidak mampu lagi membuang sisa-sisa metabolisme dalam tubuh. Hemodialisis menggunakan ginjal buatan berupa mesin dialisis. Hemodialisis dikenal secara awam dengan istilah ‘cuci darah’.

Hemodialisis merupakan salah satu cara untuk mengganti fungsi ginjal yang rusak selain teknik peritoneal dialysis dan transplantasi ginjal. Hemodialisis dilakukan bila ginjal sudah tidak mampu melaksanakan fungsinya atau biasa disebut dengan gagal ginjal. Gagal ginjal dapat dibagi dua yaitu gagal ginjal akut dimana fungsi ginjal terganggu untuk sementara waktu sehingga hemodialisis dilakukan hanya hingga fungsi ginjal membaik dan gagal ginjal kronis dimana fungsi ginjal rusak secara permanen akibatnya hemodialisis harus dilakukan seumur hidupnya.


Mengapa Hemodialisis itu Penting?

Ginjal merupakan organ vital yang berfungsi membersihkan darah kita dari cairan berlebih, zat-zat sisa yang berbahaya dan elektrolit berlebih. Ginjal juga berfungsi menghasilkan hormon yang penting dalam proses metabolisme tubuh dan merangsang pembentuk sel darah merah. Jika ginjal ini rusak maka bisa dibayangkan bahayanya bagi tubuh kita bahkan bisa menyebabkan kematian akibat menumpuknya cairan dan zat berbahaya dalam tubuh, karena itulah hemodialisis harus dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal tersebut.

Berapa lama proses hemodialisis berlangsung?

Rata-rata tiap orang memerlukan waktu 9 – 12 jam dalam seminggu untuk proses hemodialisis, tetapi karena ini waktu yang cukup panjang, maka biasanya akan dibagi menjadi tiga kali pertemuan dalam seminggu selama 3-5 jam setiap kali hemodialisis. Tentu saja ini tidak sama untuk tiap orang, lamanya waktu yang dibutuhkan dan berapa kali dalam seminggu harus dilakukan hemodialisis sangat tergantung pada derajat kerusakan ginjal, diet sehari-hari, penyakit lain yang menyertai, ukuran tubuh dll. Karena itu penting untuk konsultasi secara teratur mengenai jadwal hemodialisis yang diperlukan.

Apa kondisi-kondisi yang perlu segera (cito) dilakukan hemodialisis ?

  1. Uremia : kondisi pasien dengan tingkat sisa metabolisme ureum dalam tubuh yang sangat tinggi dengan gejala mual, muntah, penurunan kesadaran dan kejang-kejang.
  2. Asidosis metabolik berat : kondisi pasien dimana pH darah yang sangat rendah dan tidak dapat dikoreksi dengan obat-obatan
  3. Intoksikasi : kondisi keracunan, dilakukan hemodialisis untuk membantu menurunkan tingkat keparahan.
  4. Gangguan elektrolit : pada pasien penyakit ginjal kronis terjadi gangguan elektrolit dalam tubuh utamanya kelebihan kalium yang bisa menyebabkan gangguan jantung.
  5. Overload : terjadi penumpukan cairan dalam tubuh sehingga pasien mengalami sesak yang hebat.

Apa Komplikasi Yang Dapat Muncul Selama Hemodialisis?

  1. Hipotensi : ini paling sering pada pasien gagal ginjal dengan diabetes mellitus atau kencing manis tapi seiring dengan kemajuan teknologi, resiko ini semakin berkurang.
  2. Kram otot : dahulu hal ini sering terjadi tetapi dengan mesin dialysis sekarang angka kejadiannya berkurang.
  3. Reaksi anafilaktik atau alergi terhadap cairan dialysate : biasanya ini terjadi pada hemodialisis pertama kalinya tapi akan berkurang seiring seringnya hemodialisis dilakukan.
  4. Selain itu perasaan mual, mengantuk, lelah, pusing, dan dingin selama proses hemodialisis dilakukan. Beritahukanlah pada staf yang bertugas agar mereka dapat membantu anda merasa lebih baik.

Apa Saja Yang Harus Dilakukan Pasien Selama Menjalani Proses Hemodialisis?

  1. Melakukan hemodialisis secara teratur dan sesuai jadwal agar tercapai hasil yang maksimal.
  2. Lakukan kontrol secara teratur dengan dokter yang menangani.
  3. Melakukan pengontrolan yang ketat terhadap penyakit lain yang menyertai keadaan gagal ginjal misalnya kontrol gula darah pada diabetes, kontrol tekanan darah pada hipertensi dan kontrol lainnya.
  4. Melakukan transfusi darah atau Recombinant human erythropoietin (EPO) untuk mengatasi anemia yang terjadi karena hemodialisis tidak bisa menggantikan fungsi ginjal dalam menghasilkan hormon yang merangsang pembentukkan sel darah merah.
  5. Waspadalah dan segera konsultasi ke dokter bila anda mengalami :

  • Bengkak pada seluruh tubuh
  • Tekanan darah yang tinggi
  • Rasa lelah yang berlebihan dan tubuh terasa sangat lemas
  • Insomnia atau sulit tidur di malam hari
  • Mual dan muntah yang hebat
  • Rasa gatal pada seluruh tubuh tanpa sebab yang jelas
  • Kejang berulang atau kram pada otot terutama otot kaki
  • Kesadaran yang menurun


Karena ini adalah tanda kegagalan fungsi ginjal dan kemungkinan memerlukan tindakan  hemodialisis.

 

Our Service

Pelayanan dan Penunjang Medis

About Us

Website ini sebagai Sarana Promosi RSU Kumala Siwi Kudus dalam melakukan Pelayanan kepada Masyarakat. Percayakan kesehatan keluarga Anda pada Kami.

ADDRESS

  • Address: Jl. Jepara KM. 6 Ds Mijen Kaliwungu Kudus 59316
  • Email: rsuks.info@gmail.com
  • Website: www.rsukumalasiwi.com
  • Reg : (0291) 424-5551/5554
  • Amb/IGD : (0291) 424-5552
  • Fax: (0291) 424-5548

Jam Besuk

PAGI :
Jam 11.00 - 14.00 : R. Perawatan

MALAM :
Jam 17.00 - 19.00 : R. Perawatan